Sabtu, 06 November 2010

Sengketa Perbatasan Di Kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara Makin Memanas

 


      BEIJING - Konflik perebutan wilayah di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara tampak semakin seru dan bakal terus memanas. Perseteruan tidak lagi hanya melibatkan dua negara raksasa Asia Timur, China-Jepang, tetapi juga beberapa negara di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Rusia.
      Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton di Hanoi menawarkan keinginan untuk menjadi penengah dalam penuntasan konflik Kepulauan Senkaku (versi Jepang) atau Kepulauan Diaoyu (versi China) di Laut China Timur.
      Niat itu membuat China berang. Beijing menyebut ide itu salah total. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Ma Zhaoxu, Kepulauan Diaoyu adalah milik China. Klaim dan sengketa soal itu adalah urusan kedua negara.
      ”AS berkali-kali mencoba mengaplikasikan perjanjian pertahanan dengan Jepang ke dalam isu Kepulauan Diaoyu. Hal itu jelas salah. Kami mendesak AS segera mengoreksi posisi salah itu,” ujar Zhaoxu.
      Salah satu perjanjian pertahanan Jepang-AS adalah kewajiban AS untuk melindungi Jepang jika terancam.
Sengketa wilayah China-Jepang sempat memuncak karena nelayan China memasuki dan menangkap ikan dengan leluasa di Senkaku. Kapten nelayan China ditangkap. Kemudian Perdana Menteri Jepang Naoto Kan melepas kapten itu tanpa dikenakan tuduhan apa pun.
        Hal ini memicu kemarahan publik Jepang yang menganggap pemerintahnya ”lembek” menghadapi China.
Dengan China, Jepang belum selesai berurusan. Jepang menghadapi persoalan dengan Rusia. Presiden Rusia Dmitry Medvedev berkunjung ke Kepulauan Kuril, di dekat Kepulauan Hokkaido. Wilayah itu masih dipersengketakan. Jepang mengklaim empat pulau dari gugusan kepulauan itu sebagai wilayahnya.
       Jepang berencana menarik sementara waktu Dubes Jepang untuk Rusia Masaharu Kono, seperti disampaikan Menlu Seiji Maehara.
        Selama ini sengketa perbatasan yang dialami Jepang membuat pemerintahan PM Kan ”pusing kepala”. Popularitasnya pun turun. Dari jajak pendapat terakhir oleh surat kabar Nikkei, popularitas PM Kan turun sampai 31 poin dalam sebulan.

Taiwan perkuat diri
        
       Kini Asia juga semakin repot dengan isu sengketa. Taiwan kini mengembangkan sistem rudal canggih. Setiap pelurunya mampu membawa ratusan bom klaster. Rudal ”Wan Chien” atau ”Sepuluh Ribu Pedang” itu juga bisa menghancurkan pelabuhan kapal laut, sistem radar, dan artileri serta pasukan musuh.
        Taiwan mengeluarkan 97 juta dollar AS untuk membiayai pengembangan rudal itu. Menteri Pertahanan Taiwan berencana menginvestasikan 15 miliar dollar Taiwan dua tahun ke depan untuk menjadikan rudal itu sebagai bagian persenjataan jet-jet tempur sehingga bisa menyerang China dari jarak jauh.

Intelijen Iran tangkap 4 orang teroris Inggris

Iran Tangkap 4 Teroris Inggris
 
 
     Teheran - Pemerintah Iran telah menangkap empat orang teroris yang dituduh telah dibayar oleh seorang militan Kurdi yang bermarkas di Inggris untuk melakukan sejumlah pembunuhan, Kamis (4/11).

     "Kementerian Intelijen Iran mengatakan telah menangkap empat teroris jaringan Inggris di kota Marivan bagian barat, yang telah melakukan lima pembunuhan dalam dua tahun terakhir," ujar Press TV dalam situsnya.

      Laporan itu mengatakan orang-orang tersebut dibayar oleh seorang komandan dari kelompok Komala, sebuah kelompok Kurdi Iran yang digambarkan sebagai sebuah organisasi "teroris" yang dituduh telah melakukan pembunuhan di Iran barat sejak Revolusi Islam pada 1979 lalu.

      Dikatakan, mereka semua adalah anggota kelompok Komala dan menerima kiriman senjata serta uang kontan melalui perbatasan antara Iran dan Irak untuk menunjang operasi serangan mereka. Namun tidak disebutkan yang menjadi korban mereka.

     Kurdi adalah kelompok etnis yang tidak memiliki negara mereka sendiri dan membentuk minoritas besar di Iran, Irak, Turki, dan Syria.

      Pasukan Iran terkadang bentrok dengan gerilyawan Kurdi yang beroperasi dari markasnya di Irak utara.

      Laporan trsebut dikeluarkan pada saat Iran memperingati hari penyitaan kedutaan besar AS di Teheran paska revolusi Islam 1979 sebagai lambang perlawanan Iran terhadap agresi Barat. Bekas gedung kedutaan AS tersebut dijuluki sebagai "Sarang Spionase."

      Laporan tersebut juga menyatakan bahwa Inggris "mendanai dan mendukung kelompok teroris tertentu untuk melawan Republik Islam."

      Tidak seperti Amerika Serikat, Inggris masih memiliki hubungan diplomatik dengan Iran.

      Kepala Badan Intelijen Rahasia Inggris, John Sawers, mengatakan dalam pidatonya pekan lalu bahwa "operasi intelijen terpimpin" diperlukan untuk mencegah Iran menciptakan bom nuklir. Komentar tersebut ditafsirkan Teheran sebagai bukti bahwa Inggris menggunakan dalih melawan pemerintah Iran.

Jumat, 05 November 2010

Senjata yang digunakan AS dalam mempengaruhi pertahanan dan keamanan negara bonekanya.

Colt M4 and M4A1 carbine / assault rifle (USA)


Colt M4 carbine, current issue model with removable carrying handle, left side

Colt M4 carbine, current issue model with removable carrying handle, right side

Colt M4 carbine, old version with fixed M16A2-style carrying handle and M203 grenade launcher


Colt M4 carbine, current issue model with Trijicon ACOG telescope sight installed over the integral Picatinny rail and M203 grenade launche mounted onto the RIS forend.


Colt M4 carbine with Mk.18 CQBR upper receiver, fitted with Aimpoint red-dot sight and additional back-up iron sights (BUIS)


THOR Global Defense Group TR-15 carbine, manufactured along the lines of US GI M4, but fitted with a number of accessories such as AAC silencer, Vltor rail forend and buttstock, and Trijicon ACOG 4X optical sight


THOR Global Defense Group TR-15 carbine, manufactured along the lines of US GI M4 and equipped with 10.5" CQB barrel, Daniel Defense RIS II Rail System and Troy BattleSight Back Up Iron Sights


      Itulah senjata-senjata varian M-4 AS yang digunakan untuk menentukan politik, mempengaruhi ideologi, dan mengatur pertahanan dan keamanan negara bonekanya, cara AS untuk mendoktrin negara bonekanya dan negara sekutunya ialah dengan memberikan hibah atau menjual murah senjata ini, seperti yang dilakukan pada tahun 1959, dimana AS memproduksi senjata laras panjang M-16.

Ternyata Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, Singapura dan Malaysia

     Roket buatan dalam negeri ini mendapat perhatian serius kepada negara tetengga yang kawatir akan perkembangannya, roket ini pun telah memancing intelijen negara asing berupaya menelaah dan menganalisis bagaimana kinerja dan proses kerja roket tersebut. Dan berikut adalah sumber intelijen yang di dapat.


Roket RX-420 & CN-235 Militer:
Getarkan Australia, Singapura, Malaysia

      “Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ….! Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.”
       Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.
Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun.
       Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member “Asian Satellite Club” bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.
        Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.

ADANYA MAKSUD DAN TUJUAN AMERIKA SERIKAT MEMBERIKAN HIBAH PESAWAT TEMPUR F-16 C/D BLOCK 32

Sebelumnya kami akan mmeberikan berita sebelumnya....


AS berencana menghibahkan 24 F-16 C/D block 32 kepada Indonesia (photo : F-16net)

    Jakarta, Kompas - Pembukaan kembali hubungan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dan hibah pesawat F-16 menjadi agenda penting dalam bidang pertahanan yang akan ditindaklanjuti terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia, November ini.
    ”Waktu Menteri Pertahanan (Robert) Gates ke sini, ada rencana untuk buka kerja sama secara bertahap, ini sudah masuk tahap operasional,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kamis (4/11). Pertemuan dengan Gates itu diikuti dengan pengiriman tim bersama.
    Menurut dia, Pemerintah Indonesia telah membentuk tim, terdiri dari Kepala Bagian Litbang Kementerian Pertahanan dan Asisten Perencanaan Umum Mabes TNI, untuk membahas agenda apa saja yang ingin dibicarakan saat kedatangan Obama. ”Agenda utama, kerja sama secara gradual Kopassus dengan Pemerintah AS, terutama untuk latihan khusus,” kata Kepala Bagian Litbang Pos Hutabarat.
     Indonesia juga berupaya untuk mendapatkan pesawat tempur F-16 bekas dari AS. Pesawat itu akan diberikan kepada Indonesia karena AS telah meningkatkan kelas pesawatnya ke F-18 dan lainnya. Namun, ”Kita harus melakukan retrofit atau perbaikan total. Tempatnya di AS dan harganya sepertiga dari harga pesawatnya,” kata Pos Hutabarat.
Obama dipastikan tetap ke Indonesia pada 9-10 November mendatang dan tidak terpengaruh kekalahan Partai Demokrat dalam pemilu tengah waktu (midterm election) di House of Representatives (DPR) AS.
      Pasalnya, ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, hubungan Indonesia dan AS sifatnya sama sekali tidak terpengaruh dengan kondisi politik di AS ataupun di Indonesia. Hubungan Indonesia dan AS bersifat kemitraan yang strategis, setara, dan sangat kuat.
Marty mengungkapkan hal itu seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis. Rapat dihadiri Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri, dan Duta Besar RI untuk AS Dino Patti Djalal.
Menurut Dino, kedatangan Presiden Obama sangat penting untuk mendeklarasikan kerja sama kemitraan strategis yang komprehensif bersama Presiden Yudhoyono.
      Terkait pengamanan Obama itu, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman mengatakan akan diturunkan 9.000 personel. 

Mengapa Indonesia yang dipilih kunjungan B.H Obamma?
Mengapa AS berencana menghibahkan 24 F-16 C/D BLOCK 32?
Mengapa AS berencana memulihkan kerjasama dengan Kopassus?


SEMUA ITU PERMAINAN POLITIK...

Sumber Intelejen mengatakan, tujuan AS menghibahkan 24 F-16 C/D BLOCK 32 kepada Indonesia ialah :
  
1. Agar Indonesia ikut serta menghambat agresifitas China di Laut China Selatan
2. Agar dapat mengatur pertahanan dan keamanan Indonesia
3. Agar Indonesia dapat lebih bergantung alutsista kepada AS
4. Agar dapat menentukan kebijakan tentang militer Indonesia
5. Agar Indonesia tidak membeli produk alutsista negara timur dan China




Sumber berikutnya, mengapa Indonesia yang dipilih B.H Obamma dalam kunjungannya?

1. Adanya pengaruh ideologi baru yang dikembangkan agar tertular kepada Indonesia
2. Agar Indonesia tidak jatuh ketangan musuhnya(China)
3. Dapat mengatahui dan memperhitungkan kelemahan perekonomian Indonesia
4. Dan dapat mengatur, mempengaruhi kebijakan Politik Indonesia


Dan sumber terakhir, mengapa AS memulihkan kerjasama dengan pasukan elite angkatan darat atau Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) ? Ada apa dengan Kopassus? Kenapa tidak dengan angkatan laut ataupun angkatan darat?


http://photos-974.friendster.com/e1/photos/47/91/63621974/1_219644236l.jpg

 
Komando Pasukan Khusus (Kopassus)

     Sumber intelejen, bahwa AS telah mem-blacklist pasukan elite angkatan darat karena Kopassus adalah pasukan yang di anggap berbahaya, mereka khawatir akan perkembangan kopassus yang akan pesat, maka tak heran pasukan yang di didik oleh Jenderal Besar (purn) Soeharto ini telah di embargo oleh AS baik senjata maupun kemampuan karena pelanggaran HAM pada waktu aksi demonstrasi 1998, itu adalah upaya AS untuk menghambat perkembangannya. Sumber intelejen juga mengatakan bahwa sampai sekarang AS masih menganggap berbahaya alias "takut" kepada Kopassus mengingat kopassus adalah pasukan khusus terbaik nomor tiga di dunia setelah SAS dan MOSSAD, karena kehebatan aksi dan sabotase yang dilakukan oleh Kopassus. Sampai saat ini pun AS telah berupaya menghambat perkembangannya melalui skandal rekayasa kasus pelanggaran HAM, dan AS juga berupaya menghambat perkembangan MILITER INDONESIA (TNI), KARENA KAWATIR PERKEMBANGAN PESATNYA NANTI AKAN MENGANCAM AS SENDIRI SEPERTI CHINA. 
      Maka dibuatlah skandal kasus pada masa orde baru yang disebut Dwi-fungsi ABRI 
agar sipil yang didoktrin AS dapat menngulingkan rezim militer tersebut dan tidak dapat menentukan kebijakan pemerintah(politik).

      Itulah sumber intelejen yang didapat, kami tidak bisa memberitahu nama instansi intelejen yang mendapat informasi tapi kami hanya menyebarkan Informasi yang didapat dari insatansi intelejen tersebut untuk kepentingan bersama. . .


 

Senin, 19 Oktober 2009

Senjata Pistol



      Jika kita ketahui, senjata pistol memang sudah tak asing di dengar. Senjata ini memang tidak untuk do komersilkan. Tetapi banyak yang menggunakan senjata ini untuk hal-hal yang berkaitan dengan negativ seperti kejahatan, pembunuhan, perampokan. Senjata pistol banyak digunakan di pihak kepolisian dan militer di negara-negara dunia. setiap negara pun bisa memproduksi senjata ini, bahkan kalangan sipil pun dapat membuat dan merakit senjata ini.